Bekerja Sebagai Pemain Tim yang Handal, Perlu Itu..!

Desember 22, 2008

Dalam mengerjakan suatu pekerjaan terkadang tak hanya merupakan tanggung jawab satu orang saja tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Meski dalam hal keberhasilan, tak hanya nama sebuah tim yang akan terdengar tetapi nama seorang pemimpin menjadi taruhannya, sehingga bermain dan bekerja sebagai tim ataupun anggota tim yang handal menjadi satu keahlian yang diperlukan dalam bekerja.

Dalam bekerja, kemampuan dan kerja teamwork memang tak akan lepas, meski memang sebagai pemimpin sebuah tim juga harus mampu menggerakkan timnya untuk mengerjakan sebuah pekerjaan. Namun demikian, sebuah ide yang pandai dan kerja keras seseorang tak akan bisa dicapai jika tidak dikerjakan oleh sebuah tim yang kuat.

Bicara soal teamwork, mau tak mau kita akan berbicara soal loyalitas. Adakah loyalitas Anda sebagai anggota tim menjadi tolok ukur keberhasilan Anda sebagai pekerja yang baik yang telah memberikan performance yang baik? Terkadang kita harus mampu belihat apa yang ada di balik sebuah dinding, atau think outside the box. Banyaknya permisalan bisa dijadikan sebuah contoh. Misalkan saja, Anda seorang pemain teamwork yang bisa dihandalkan, namun adakah kiranya anggota lain akan melakukan pengorbanan yang sama seperti yang Anda lakukan? Jangan berharap banyak akan hal tersebut dan jangan sakit hati jika Anda menemukan beberapa kolega yang bisa menjadi seorang “pengkhianat”, bisa saja ia akan “menusuk” Anda dari belakang atau mengambil ide Anda.

Bekerja dalam sebuah tim berarti Anda harus bersiap jika kemauan Anda akan dikorbankan untuk kemajuan tim, sebenarnya saat Anda memasuki sebuah dunia kerja pun sudah ada beberapa hal yang ‘terpaksa’ dikorbankan untuk menyesuaikan ritme kerja dengan perusahaan tempat di mana Anda bekerja. Lalu, apa keuntungannya Anda bekerja dengan memberikan performance yang baik jika sebuah tim belum tentu memberikan yang Anda maui atau yang terbaik bagi Anda?

Bekerja di dalam sebuah tim bukan berarti Anda akan mendapatkan segala yang diinginkan. Atau mempunyai ekspektasi tinggi akan suatu keberhasilan yang telah Anda perhitungkan sebenarnya. Inilah yang terkadang membuat seorang pekerja kecewa dan merasa dikhianati. Anda merasa telah memberikan semua effort dan kerja keras serta ide yang bisa diberikan pada sebuah perusahaan dalam bentukan teamwork yang bagus, tetapi ternyata perusahaan tidak memberikan rewards yang sepadan seperti yang Anda inginkan.

Sebenarnya dalam hal pekerjaan di dalam tim, jangan kecewa jika ide Anda tak diikusertakan dalam proses pengerjaan suatu pekerjaan, atau jika ide Anda seperti ‘hilang’ begitu saja. Karena hasil pekerjaan dari suatu tim yang harus dan akan dilihat adalah input yang telah Anda berikan pada kerja tim tersebut, sehingga meskipun tak semua pekerjaan atau ide berasal dari Anda, tetapi hasil keringat atau hasil pemikiran Andalah yang menjadi salah satu faktor keberhasilan kerja tim, ini yang perlu Anda ingat dan bisas dijadikan nilai tambah bagi karir Anda. Toh, jika diumpamakan, kalau Anda mengecat kamar, dan tidak bisa memilih warna yang akan digunakan, Anda telah ikut serta mengecat kamar tersebut dan bukan masalah jika kamar tersebut tidak bisa Anda miliki, setidaknya ada hasil keringat Anda di sana.

Jika Anda bertanya untuk apa Anda bertahan dalam satu perusahaan atau satu tim? Ada banyak sebab mengapa Anda Perlu bertahan. Salah satunya, merupakan media yang baik bagi Anda baik sebagai pemula ataupun sebagai orang yang akan belajar sebagai seorang pemimpin, untuk belajar. belajar apa? Apa saja, karakter tiap anggota tim, ataupun menghadapi dan memecahkan masalah. Kedua, menambah pengalaman, dengan bertahan dalam waktu yang cukup signifikan, Anda akan lebih matang dalam menghadapi masalah yang bisa timbul dalam sebuah bidang, Anda sudah semakin tahu apa yang harus dilakukan. Yang ketiga adalah, terpaan atas pekerjaan itu sendiri. Artinya apa yang Anda dapat saat bekerja di tim tersebut, apakah kolega-kolega yang baik dan enak diajak bekerja sama, suasana atau lingkungan kerja yang mendukung, ini tentunya akan memuluskan jalan karir Anda secara tidak langsung. Semakin baik suasana kerja yang didapat, semakin baik pula hasil pekerjaan yang akan didapat.


Bagaimana Membuat Diri Anda Puas Dengan Pekerjaan

Desember 22, 2008

Salah satu masalah yang bisa membuat suasana kerja kita menjadi tidak enak adalah pada saat kita memiliki perbedaan pendapat dengan atasan/supervisor kita.

Hal ini menjadi tambah sulit karena adanya adat budaya kita yang masih menganut dua paham : atasan selalu benar; dan kesulitan untuk menyampaikan pendapat kita secara langsung dengan alasan segan, tidak enak hati, dan sebagainya. Hal ini yang biasanya menjadi bumerang, pekerjaan yang tadinya kita anggap sebagai dream job yang selama ini kita inginkan berubah menjadi neraka. Setiap kali tiba di kantor motivasi kerja menurun karena bayangan akan melihat wajah sang bos galak, kalau sudah begini pekerjaan pun tidak lagi menyenangkan. Bagaimana cara mengatasinya?

Kejadian di atas sebenarnya bisa kita hindari, asalkan sejak awal kita menerapkan strategi-strategi berikut :

1. Jadikan kritik yang anda terima sebagai cambuk untuk membuat karir anda lebih maju.
Kebanyakan manusia tidak mampu menerima kritik yang ditujukan kepadanya, itu kenyataan lho. Hal ini disebabkan oleh sifat dasar manusia sendiri yang akan memberikan reaksi setiap kali ia merasa dirinya diserang, entah itu dengan pembelaan diri, merasa rendah diri karena menganggap diri gagal melakukan tugas, atau yang lebih ekstrim balik menyerang orang yang mengkritiknya. Untuk mengatasinya kita perlu melakukan refleksi diri (hal yang paling sulit), caranya adalah : jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang ditujukan untuk menyerang harga diri kita, anggaplah itu sebagai nasehat dari orang yang memperhatikan kita. Coba deh anda pikirkan dengan pikiran terbuka, mungkin saja yang disampaikan atasan anda ada benarnya. It’s time to face your critics!

2. Pahami karakter atasan anda
Untuk bisa memenangkan perang, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengenal siapa musuh kita. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah mengenali sifat atasan anda dan mengenal momen-momen tepat di mana ia bisa diajak bertukar pikiran. Misalnya, jangan sekali-kali anda mengajaknya berbicara di saat ia sedang sibuk, sedang mempersiapkan meeting, atau sedang dalam bad mood.

3. Usahakan menjalin relasi yang positif dengan atasan anda
Maksudnya bukan berarti anda menjilat terhadap atasan melainkan hubungan yang wajar sebagaimana layaknya atasan dengan bawahan, usahakan untuk selalu ramah dengannya (tapi tidak berlebihan). Riset membuktikan bahwa seseorang akan lebih mudah menerima masukan/saran dari orang yang telah dikenalnya dengan baik dibanding dengan orang asing.

4. Ingat, bos anda adalah seorang manusia juga
Ini bukan pembelaan untuk para atasan lho. Tapi anda perlu ingat juga bahwa sebagai manusia kita tidak pernah luput dari kesalahan, begitu juga dengan bos anda. Artinya jangan sekali-kali anda mencari-cari kesalahan bos anda dan menjadikannya tameng sebagai pembelaan.

5. Minta waktu untuk berbicara empat mata
Salah satu biang dari segala masalah adalah tidak membicarakan masalah yang terjadi secara terbuka, banyak yang lebih memilih untuk membicarakannya diam-diam dengan rekan sejawat (atau istilah kerennya meeting in meeting). Hal ini harus dihindari sejak dini, caranya adalah dengan meminta kesempatan langsung berbicara dengan bos anda. Hindari berbicara langsung di hadapan orang banyak, karena itu akan membuat harga diri atasan anda terluka (karena merasa dipermalukan) dan mungkin memberikan aksi defensif dengan menyangkal tuduhan yang anda lontarkan. Bisa jadi ia malah balik menyerang anda dengan menuturkan kesalahan-kesalahan yang pernah anda perbuat. Sebisa mungkin hindari perang terbuka dengan atasan di depan orang banyak, karena hal itu akan sangat merugikan kelanjutan karir anda.

6. Hubungi orang yang dekat dengan atasan
Ini adalah cara alternatif lain bila anda sudah melakukan cara nomer 5 namun belum memperoleh tanggapan. Coba deh anda bicarakan hal tersebut dengan orang yang sering diajak bertukar pikiran dengan atasan anda, misalnya (mungkin) sekretarisnya, teman lamanya yang sering clubbing bareng, atau supervisornya. Anda harus ingat bahwa apa yang anda ingin sampaikan adalah saran, jadi hindari keterlibatan emosi anda dengan kata-kata atau kalimat yang bernada menyerang karena mungkin bisa ditanggapi berbeda oleh lawan bicara anda.

7. Minta nasehat orang lain
Bila anda masih juga belum puas, mungkin adanya masukan dari orang lain bisa memberikan alternatif jalan keluar baru bagi anda. Ada kalanya orang lain bisa dengan obyektif menilai permasalahan yang terjadi pada diri kita.

8. Ambil keputusan tegas
Kalau semua cara di atas tidak juga berhasil, berarti hanya ada dua pilihan yang bisa anda lakukan : bertahan di posisi anda yang berarti juga menanggung segala konsekwensinya (yang juga berarti anda harus tetap bekerja dengan penuh komitmen), atau cari pekerjaan baru. The decision is yours, so think carefully before you make the next move.


Sukseskah Karir Anda?

Oktober 6, 2008
Dua pertanyaan berikut mungkin akan sangat mudah Anda jawab: kenapa Anda bekerja. Sukseskah karir Anda? Jawaban pada poin pertama, biasanya, cukup jelas. Anda bekerja karena Anda butuh untuk membayar berbagai tagihan dan membeli hal-hal terbaik yang ditawarkan dalam hidup.

Sementara untuk poin kedua, hmmm, mungkin perlu dijelaskan secara spesifik. Karena jawaban itu menyangkut kebijakan atau rencana dalam karir yang sedang berjalan saat ini. Mungkin Anda merasa kesulitan menjawabnya. Namun tiga pertanyaan berikut bisa membantu Anda menjawab, apakah karir saya saat ini sudah cukup sukses?

Sebenarnya, apa yang Anda inginkan?

Jika merasa berkepentingan dengan kesuksesan karir Anda, tentu Anda sangat mengerti alasan kenapa Anda (harus) bekerja? Jika tidak, tentu Anda tidak bisa mengetahui bagaimana sebenarnya kinerja yang baik atau langkah apa saja yang harus diketahui dan dijalankan untuk mencapai kesuksan yang diinginkan.

Definisikan arti sukses

Setiap orang ingin berhenti setelah berada dipuncak kesuksesan. Tentu Anda juga ingin seperti itu, pensiun, saat nama Anda tengah berkibar.

Tapi jangan lupa, untuk itu Anda harus mengetahui dengan jelas kinerja Anda sesungguhnya serta sasaran yang sebenarnya ingin Anda capai. Apakah Anda mengevaluasi kinerja Anda secara periodik? Apakah Anda mampu menyesuaikan diri dengan beberapa rencana dalam karir yang Anda anggap penting?

So, kenapa Anda (harus) bekerja?

Berikut, ada 10 hal yang umum dijadikan alasan ketika seseorang memilih bekerja.

- Untuk menikmati hidup,

- Untuk mencari keberuntungan,

- Untuk mengaktualisasikan diri dan membangun pengetahuan dan keahlian mereka secara maksimal,

- Untuk mengatur dan mencapai sasaran,

- Untuk menjadi terkenal,

- Untuk menolong sesama,

- Untuk mengejar kesenangan pribadi,

- Untuk perjalanan dan melihat dunia,

- Untuk menorehkan tinta emas dalam sejarah,

- Untuk memperoleh tempat di surga.

Pada umumnya, Anda bisa memilih beberapa poin sekaligus dalam daftar alasan tersebut di atas. Ini artinya, dalam menyelesaikan target yang hendak dicapai, Anda memiliki prioritas berbeda antara obyek yang satu dengan obyek lain.

Jika target yang ingin Anda capai adalah untuk kesenangan pribadi, jalan yang harus Anda ikuti mungkin akan berbeda jika obyek Anda adalah untuk mencari keberkahan di akherat.

Putuskan cara mencapai target

Dari ke-10 alasan tersebut di atas, kita tak bisa menilai yang satu lebih baik atau lebih buruk dibanding yang lain. Namun, ketika Anda telah mengidentifikasikan alasan Anda untuk bekerja, apakah Anda telah memperoleh jalan yang Anda anggap baik, sesuai pemikiran Anda untuk meningkatkan pencapaian target?

Apakah Anda sudah mencoba metode lain dalam hal pencapaian target tersebut? Apakah Anda cukup bijak dalam merumuskan seberapa tinggi jenjang karir yang ingin Anda capai? Terakhir, apakah Anda telah membentuk kriteria standard yang akan teridentifikasi ketika Anda telah berhasil sukses dalam berkarir?

Hanya Anda yang bisa menjawab pertanyaan tersebut di atas. Sisihkan waktu untuk mengerti target yang ingin dicapai dalam karir Anda dan temukan langkah tepat untuk mengukur sukses Anda.


Strategi Mendapatkan Penghasilan Lebih

Oktober 6, 2008
Sekarang ini, yang namanya kesetiaan sudah nyaris punah(terutama dalam dunia kerja). Pada masa krisis sekarang ini perusahaan dapat dengan mudah membatalkan kontrak kerja, dan pengurangan karyawan dalam perusahaan adalah suatu hal yang biasa. Bukti-bukti menunjukkan bahwa mereka yang tetap dalam satu pekerjaan kenaikan upahnya lebih sedikit dibanding mereka yang menjadi kutu ‘loncat’.

Jadi buat anda yang ingin mendapat penghasilan tinggi dalam waktu relatif singkat, inilah kiat-kiatnya :

1. Gonta-ganti pekerjaan adalah sebuah strategi

Bekerja di satu perusahaan selama 10 atau 20 tahun adalah strategi lama, yang saat ini sangat riskan untuk dilakukan. Buktinya telah banyak kasus di mana perusahaan melakukan PHK pada karyawan, menutup divisi atau hal-hal lainnya yang dapat membuat perusahaan tersebut meraih keuntungan atau menjadi lebih kompetitif menghadapi persaingan.

2. Buka mata terhadap segala kemungkinan pekerjaan baru

Lakukan riset mendalam tentang perusahaan atau industri apa dalam pekerjaan anda yang sedang booming saat ini. Amati terus perkembangan pasar dan kesempatan yang ada. Namun selama anda masih bekerja di perusahaan anda yang sekarang, tetaplah bersikap setia. Selesaikan pekerjaan sebaik-baiknya meski (mungkin) tak lama lagi anda berencana untuk keluar.

3. Berhenti saat di puncak

Bila anda keluar dari pekerjaan, pastikan bahwa hal tersebut dilakukan bukan karena pekerjaan anda mulai kacau atau anda bermasalah dengan atasan. Berhenti saat masih di atas akan membuat nilai anda di tempat anda hendak melamar lebih tinggi.

4. Hargai diri sendiri dengan nilai tinggi

Posisikan diri anda sebagaimana perusahaan yang sedang berusaha menciptakan/memasarkan sebuah produk baru. Tanyakan diri anda apa yang harus anda lakukan supaya berada dalam posisi menguntungkan (yang ujung-ujungnya adalah meraih kesuksesan di masa depan). Jangan menunggu sampai pasar yang datang pada anda.

5. Buat rencana kecil sebelum interview

Jangan presentasikan diri anda dengan cara konvensional, tunjukkan pada mereka apa dan bagaimana anda dapat berperan. Pendekatan ini dengan jelas akan membedakan anda dari para kandidat lain.

6. Perlakukan dirimu dan usaha kecil tersebut dengan semangat tinggi

Lupakan penghargaan-penghargaan yang pernah anda dapat di pekerjaan sebelumnya, saatnya anda berjuang lagi untuk mendapatkan pujian-pujian berikutnya. Simpan pertanyaan “kompensasi apa yang akan diberikan pada perusahaan kepada saya”, setidaknya sampai akhir wawancara


Mempertahankan Sukses

Oktober 6, 2008

Bagi Anda yang sudah tergolong sukses, berikut ini adalah kiat untuk tetap mempertahankan kesuksesan:

Analisis diri dan tingkatkan kompetensi
Majunya karis seseorang tidaklah ditentukan oleh lamanya masa kerja. Melainkan dari kompetensinya. Orang yang memiliki kompetisi adalah orang memiliki kemampuan dan keahlian dibidangnya. Jika Anda supervisor, pikirkan baik-baik apakah anda telah berusaha menjadi supervisor yang baik? Apakah anda telah memiliki kemampuan tehnis yang memadai?

Apakah selama ini Anda sudah bekerja sama dengan baik dengan rekan, atasan dan bawahan? kalau beberapa kompetisi ini belum anda penuhi, berarti anda harus segera meningkatkan kompetensi dengan cara belajar dari pengalaman. Riset menunjukkan, bahwa selain mempelajari sesuatu yang baru, mereka yang berhasil juga selalu belajar dari kesalahan dan penglamannya yang lalu.

Jangan berhenti mengembangkan diri
Walau anda cukup puas dengan keusksesan yang telah anda dapatkan, anda tidak bisa berhenti pada kesuksesan tersebut. Pengembangan diri harus selalu dilakukan. Banyak cara yang bisa anda pilih untuk mengembangkan diri. Misalnya melalui pelatihan kerja maupun kursus-kursus singkat, banyak membaca pengetahuan sesuai dengan bidang kerja, ataupun belajar dari keberhasilan orang-orang disekeliling anda. Kalau perlu anda bisa belajar secara langsung dari atasan anda tentang cara-cara meraih prestasi.

Ciptakan nilai tambah dengan inisiatif
Selama ini bnayka yang merasa malas berinisiatif di kantor, karena khawatir beban kerjanya bertambah. Selain itu alsan yang paling sering dikemukakan adalah khawatir di cap ‘carmuk’ atau cari muka. Padahal kalau anda terus terbenam dengan anggapan seperti ini, anda tidak ada bedanya dengan karayawn-karyawan biasa. Kesuksesan yang anda raihpun akan ‘mandeg’ atau bahkan mengalami kemunduran.

Makanya enggak perlu takut-takut untuk berinisiatif di kantor. Misalnya jika di kantor ada proyek penting yang akan dikerjakan, sementara anda tidak dilibatkan dalam proyek tersebut, kalau anda merasa mampu, nggak usah malu untuk enawrkan diri dalam proyek tersebut. Masalah ditolak atau diterima, itu urusan belakangan.Yang penting anda harus mengajukan argumen yang kuat, bahwa anda mampu dan memiliki ide-ide cemerlang untuk proyek tersebut.

Kembangkan kompetensi di bidang lain
Kompetensi di bidang yang anda geluti jelas merupakan keharusan untuk mempertahankan kesuksesan karir. Tapi alangkah lebih baik jika anda memiliki kompetensi yang bisa dimanfaatkan di bidang lain (transferale competence). Sehingga kesuksesan anda akan lebih fleksibel. Misalnya jika selama ini anda sudah sukses sebagai public relation yang andal di sebuah perusahaan, akan lebih baik lagi jika anda memiliki kompetensi dibidang menejemen manusia atau lainya. Sehingga kompetensi anda dibidang yang lain membuat anda lebih berpeluang untuk promosi ke jenjang yang lebih tinggi.

Nah, sudahkah anda mempertahankan keusksesan anda dengan cara-cara diatas? Jangan lupa harga sebuah kesuksesan amatlah mahal karena itu, jangan sampai kesuksesan anda lepas dari genggaman.


Imajinasi Meraih Sukses

Oktober 6, 2008

Menurut Cypett, orang yang tidak punya imajinasi seringkali mengalam hidup yang monoton. Ia selalu melewati jalur hidup yang itu-itu saja tanpa variasi berarti. Orang yang ‘miskin’ imajinasi tidak pernah berpiki untuk mencoba jalan lain ataupun ber spekulasi melewati jalan yang baru sama sekali. Akibatnya, berkembang perasaan pesimis dan apatis terhadap tujuan hidup. Akhirnya jalan menuju sukses pun semakin buntu.

Bayangkan saja, seseorang yang setiap pagi secara teratur hanya mengulang-ulang perilakunya di dalam kamar, di ruang tamu, di halaman, di dalam kendaraan, di depan kantor, di dalam kantor, di dalam ruang kerja, di restoran makan siang, di dalam ruang rapat, di jalan pulang ke rumah, menikmati makan malam, lalu tidur, dan keesokan harinya terbangun dan memulai lagi kehidupan seperti kemarin secara sama, persis…sis…sis, niscaya sebulan kemudian akan stress berat oleh keringnya variasi. Hingga ia kemudian enggan berpikir apalagi melayangkan imajinasinya merancang gagasan-gagasan cemerlang.

So, jika ingin sukses, atau katakanlah ingin berhasil di bidang Anda, jangan ragu mendobrak rutinitas dan melayarkan imajinasi. Tentu saja, berimajinasi juga harus relevan dan masuk akal untuk kehidupan keseharian. Maksudnya, sukses yang Anda imajinasikan adalah sukses yang berkaitan dengan kemampuan Anda. Misalnya, jika Anda seorang penulis pemula, imajinasikan bahwa suatu saat Anda akan menjadi penulis terkenal dan handal. Lalu berlatih dan menulis sebanyak-banyaknya.

Lalu jika Anda hobi menyanyi, bayangkanlah bahwa Anda akan menjadi seorang penyanyi. Enggak perlu membayangkan terlalu jauh akan menjadi penyanyi internasional, tetapi untuk sementara bayangkanlah Anda menjadi penyanyi yang dikenal di kota sendiri, atau di negeri sendiri. Dan jika Anda wiraswastawan, bermimpilah bahwa suatu saat Anda akan menjadi pemilik suatu perusahaan yang akan sukses merambah pasar.

“Imajinasi yang Anda kembangkan merupakan pemicu yang mendorong Anda untuk bergerak melakukan sesuatu. Anda akan punya kekuatan untuk mencapai imajinasi. Walau Anda tidak langsung dapat meraihnya, tetapi melalui usaha yang bertahap, suatu saat imajinasi, mimpi, dan fantasi Anda akan menjadi kenyataan,” ujar Cypert.

Memang imajinasi dan mimpi tidak pernah bisa terwujud tanpa usaha apa pun. Jika Anda hanya bisa berharap, sambil mengkhayalkan kesuksesan, Anda tidak akan pernah menggenggam sukses itu. Paling tidak, dengan imajinasi yang Anda miliki, Anda harus menyusun langkah dan rencana untuk mencapai tujuan Anda. Karena itu, seorang yang penuh imajinasi pun harus jeli melihat peluang. Jika Anda bisa menggabungkan imajinasi, harapan, reneana, peluang, dan kerja keras, imajinasi Anda akan berubah menjadi sukses yang paling indah dalam hidup ini.

Memang, hasilnya tidak akan Anda rasakan dalam waktu singkat. Bisa jadi Anda baru merasa kan hasilnya selama setahun, tiga tahun, atau bahkan bertahun-tahun. Ini bukan masalah, yang penting Anda tetap memiliki se
mangat untuk mendekati mimpi Anda. Daripada mengulangulang rutinitas kehidupan Anda yang kering. Jadi, selamat berimajinasi dan meraih mimpi-mimpi Anda!


12 Langkah untuk Membuat Setiap Rencana Terlaksana

Oktober 6, 2008

Rencana adalah langkah awal dari setiap proyek kerja yang sedang Anda kerjakan. Sebelum berbentuk program, tentunya yang Anda harus siapkan adalah sebuah rencana yang matang. Masalahnya, tidak semua rencana yang telah Anda susun berhasil untuk direalisasikan. Pertanyaan yang mengemuka adalah, kenapa rencana yang telah Anda susun harus gagal? Persoalannya mungkin ada pada langkah-langkah yang Anda ambil untuk merealisasikan rencana tersebut sebagai proyek.

Berikut kami sajikan beberapa langkah praktis untuk mewujudkan setiap rencana Anda.

1. Buat sebuah rencana
Tergantung dari apa yang Anda inginkan, semuanya pasti bermula dari sebuah rencana. Rencana-rencana dapat bersifat metodis dan berdasarkan data ekstensif, trend dan kesempatan yang muncul, atau rencana yang dapat memaksa Anda–mau tak mau–untuk mengambil tindakan. Tergantung dari kepribadian dan resiko, hanya Anda yang tahu berapa banyak rencana penting yang harus Anda susun sebelum menangani sebuah proyek. Di samping itu, bila Anda berharap mendapatkan sesuatu, Anda butuh cukup intelegensi dan sejumlah rencana untuk menangani hal-hal tidak diinginkan yang muncul kemudian.

2. Pertama-tama, kejarlah hal-hal kecil
Sekali Anda memiliki rencana, Anda harus membuat langkah-langkah yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana tersebut. Mulailah dari hal yang kecil dan sederhana lebih dulu, baru kemudian beralih ke hal-hal yang lebih kompleks. Walau bagaimanapun, Roma tidak dibangun dalam 1 hari.

3. Tangani prasangka yang muncul
Tidak peduli siapa diri Anda dan di mana Anda berasal, penolakan dan kesinisan kemungkinan akan muncul sebagai respon dari ide-ide Anda. Adalah sifat manusia untuk selalu mempertanyakan dan meragukan; Anda dapat membiarkan hal negatif seperti itu berdampak berlebihan pada diri Anda, atau Anda dapat membuat catatan tertentu dan mengambil tindakan.

4. Jadilah orang yang gigih dan teguh hati
Tidak ada yang akan memberikan semua yang Anda inginkan dalam piring perak. Bila mereka melakukan hal itu, jangan lupa untuk memeriksa piring dan isinya sekaligus, just in case. Keberuntungan akan selalu memainkan bagian, tapi untuk setiap bagian positif, terdapat aspek negatif. Perhatikan keberuntungan tersebut tapi ambil negatifnya dan rubah hal tersebut menjadi sebauh pelajaran berharga. Bagaimanapun, langkah yang harus Anda ambil, bersikaplah gigih dan dapatkan apa yang Anda inginkan.

5. Dapatkan perwakilan yang hebat
Idealnya, Anda dapat menemukan sebuah rencana dan mewujudkannya sendiri, dan yakinlah pada pencapaian Anda. Secara realistis, bahkan orang-orang terhebat butuh sejumlah pemain yang solid untuk mendukung dan mengkritik. Karena Anda membutuhkan sebuah tim, Anda butuh mempresentasikan tujuan dan rencana aksi Anda dalam sebuah rancangan yang jelas. Bila Anda seorang letnan, dimana seorang perwira di garis depan menunjukkan sikap skeptis dan kesinisan terhadap rencana Anda, tidak ada yang dapat membantu hal ini selain Anda sendiri.

6. Jangan hanya Menyimpang keuntungan untuk diri Anda sendiri
Sekali Anda memiliki armada untuk mendukung tujuan dan usaha Anda, Anda harus yakin bahwa rencana Anda akan menciptakan nilai tambah bagi lingkungan Anda. Artinya, ide Anda idealnya berubah menjadi keuntungan yang cukup besar untuk dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan dari para pendukung Anda. Bila tujuan Anda tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan para pendukung Anda, mungkin tujuan Anda harus dimodifikasi lagi.

7. Ikuti jejak yang benar.

Pisahkan nilai objektivitas dari rencana. Lagipula, jejak yang bervariasi akan mengikuti Anda untuk mendapatkan point B. Kuncinya adalah untuk melihat kemana Anda berdiri sekarang, berapa lama waktu yang Anda inginkan untuk dapat sampai ke point berikutnya dan berapa banyak yang Anda harus korbankan.

Tinggalkan beberapa hal dalam diri Anda (ego, harga diri atau ketertarikan) dari misi ini. Dari sekarang, Anda akan bertemu dengan orang-orang yang mungkin akan menawarkan hal alternatif. Dalam kasus ini, tujuan Anda adalah untuk mengakses rute ini, bukan mempersulitnya.

8. Produksi sesuatu yang berharga
Anda harus mengerti kepentingan dari menciptakan sesuatu yang berharga dalam jalan Anda untuk memulai bisnis Anda sendiri. Dengan kata lain, Anda tidak dapat secara sederhana mengakumulasi kehilangan harapan dari satu hari menjadi sebuah keuntungan; Anda butuh sebuah ide yang jelas tentang bagaimana Anda akan mengumpulkan nilai dengan setiap langkah. Amazon.com menderita beberapa kerugian, tapi setidaknya situs ini menawarkan sesuatu yang bernilai sampai warna merah berubah menjadi hitam.

9. Mendemonstrasikan kesabaran
Manusia biasanya tidak sabar; ini adalah tingkat ketidaksabaran yang terfluktuasi antara orang-orang. Bila Anda menemukan bahwa hal-hal tidak berpindah dengan cukup cepat, ambil beberapa waktu untuk mengerti kenapa. Tanyalah pada diri Anda sendiri apakah rencana atau asumsi Anda cukup masuk akal. Bila semua berjalan dengan baik, tapi Anda tidak dapat bergerak dengan cukup cepat, ambil beberapa waktu untuk mengetahui bahwa Anda setidaknya melakukan apa yang Anda dambakan.

10. Gigih
Ketika hal-hal berubah menjadi semakin berat atau ketika Anda semakin dekat dengan kemenangan, Anda mungkin semakin menjadi puas dengan diri sendiri. Kepemimpinan adalah memotivasi orang lain dan mengendalikan pasukan dalam perintah yang benar.

11. Bersiap diri untuk masalah
Tidak setiap orang akan setuju dengan saran Anda; bagaimana bila sejumlah pertayaan akan datang pada Anda, bagaimana bila banyak penolakan yang harus didengarkan? Dengan memisahkan diri Anda dari tujuan Anda, Anda akan mendapatkan persepektif lebih baik dan visi Anda tidak akan berkabut. Dengan berasumsi Anda dapat memisahkan diri Anda dari tujuan Anda, Anda dapat menjadi ‘hakim’ untuk mengkritisi proyek Anda sendiri.

12. Ambil waktu untuk merefleksikan
Tidak perduli apa yang akan terjadi, ingatlah untuk mengambil waktu untuk merefleksikan segala hal yang telah Anda lakukan. Lihatlah di mana Anda sekarang berada, berapa banyak Anda telah melakukan perkembangan dan apakah Anda masih pada tujuan yang benar


12 Cara Mengkritik secara Efektif

Juli 23, 2008

Pernahkah Anda merasa sangat ingin mengkritik rekan sekerja Anda yang
begitu menjengkelkan, tapi tidak tahu bagaimana menyampaikan kritik tanpa
membuatnya tersinggung. Melontarkan kritik memang pekerjaan mudah. Namun tidak
semua orang mampu mengkritik tanpa menyinggung perasaan orang yang kena kritik.
Di bawah ini terdapat 12 panduan yang bisa Anda ingat-ingat, bila lain kali
Anda ingin memberitahu rekan kerja Anda bahwa dia telah berbuat kesalahan.

1. Sebutkan tingkah laku yang ingin Anda kritik. Tujukan kritikan Anda pada aksi,
bukan pada individunya.

2. Buat kritikan Anda spesifik. Jangan ucapkan “Kamu selalu gagal memenuhi
tenggat waktumu.”, tapi spesifikkan teguran Anda menjadi “Pada
tanggal 15 Maret, kamu gagal memenuhi tenggat waktu untuk artikel mode
berjudul…”. Lebih spesifik, kan?

3. Yakinkan bahwa tingkah laku yang Anda kritik itu dapat berubah. Aksen asing,
kebotakan, dan hal-hal lain yang secara langsung berhubungan dengan sejumlah
perjanjian bisnis, tidak dapat selalu dapat dirubah.

4. Gunakan kata “saya” dan “kita” untuk menekankan bahwa
Anda ingin memecahkan persoalan bersama, daripada sekedar mengancam.

5. Pastikan bahwa pihak lain mengerti alasan kritikan Anda.

6. Jangan membesar-besarkan masalah. Sampaikan kritikan Anda secara singkat dan
dengan sikap yang santai dan “manis”. Jangan memberi wejangan,
pelajaran apalagi ancaman.

7. Tawarkan dorongan untuk merubah tingkah laku orang yang Anda kritik.
Tawarkan bantuan pada orang tersebut untuk menyelesaikan masalah.

8. Jangan pasang nada suara Anda ke nada marah atau sarkastik. Kedua hal itu
tidak ada gunanya dan tidak memecahkan masalah.

9. Tunjukkan pada sasaran kritik Anda bahwa Anda mengerti bagaimana perasaannya.

10. Bila Anda memilih untuk menuliskan kritikan Anda pada selembar kertas,
lebih baik tenangkan dulu diri dan pikiran Anda sebelum menulis surat atau
memo. Yakinkan bahwa hanya orang yang Anda tuju yang akan dapat melihat surat
kritikan Anda.

11. Mulailah dengan menulis sesuatu yang baik-baik dulu.

12. Pada akhirnya, sampaikan kembali dukungan dan dorongan Anda pada orang
tersebut.


10 Tips Menuju Kesuksesan Karir

Juli 22, 2008

Apapun pekerjaan yang saat ini Anda tekuni, mungkin merupakan pekerjaan idaman Anda. Sudah pasti, Anda akan memberikan performa terbaik yang bisa Anda berikan pada pekerjaan Anda. Jika berbicara soal pekerjaan yang Anda tekuni tersebut, tak akan jauh dari keinginan dan tujuan kita untuk cepat mendapatkan promosi pada karir yang lebih menjanjikan.

Meskipun untuk mendapatkan promosi ataupun kenaikan jabatan ada banyak faktor yang dapat mempengaruhinya, berikut ada beberapa kiat yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat ataupun agar Anda bisa menadapatkan promosi dengan lebih mudah. Toh, tips yang perlu Anda lakukan itu juga bukan hal yang sulit, sebaliknya, sangat mudah untuk diikuti. Bahkan mungkin sebenarnya tanpa Anda sengaja, sudah Anda lakukan, tapi tidak ada salahnya Anda melihat kembali apa yang telah dan mesti Anda lakukan untuk memudahkan Anda mendapatkan promosi jabatan. Selamat membaca!

  • Santai saja.
    Banyaknya load pekerjaan yang Anda terima terkadang membuat anda serasa “gila”. Terkadang juga banyak hal tak terduga sebelumnya yang bisa Anda temukan saat Anda menjalankan tugas Anda. Ada saja hal penting yang terlewat. Yang akan dilihat oleh atasan Anda adalah bagaimana Anda menghadapi hal tersebut. Baik kesulitan maupun hambatan yang tiba-tiba muncul menghambat Anda di tengah jalan. Jangan sungkan untuk bertanya pada rekan Anda ataupun langsung pada atasan Anda. Tunjukkan juga wajah yang bersemangat dan juga jangan lupa untuk tetap tersenyum, sehingga atasan Anda akan berpikir kalau Anda siap dengan berbagai tantangan yang ada di hadapan Anda.
  • Ambil beberapa pekerjaan lainnya
    Niat Anda untuk mengambil beberapa pekerjaan (tetap di bidang pekerjaan atau job description yang Anda tekuni tentunya) akan menambah nilai Anda dalam pekerjaan. Hal ini menunjukkan keseriusan Anda pada posisi yang Anda tekuni dan keefektifan sistem dan performa kerja Anda. Kerelaan Anda untuk melakukan tanggung jawab lebih dari yang seharusnya juga akan menambah nilai plus Anda di mata perusahaan.
  • Datang lebih cepat, Pulang lebih lambat
    Oke, memang hal ini biasa kita lakukan hanya pada saat awal karir kita. Setelah beberapa lama kita bekeja, hal inipun seperti terlupakan oleh kita. Cobalah untuk datang 15 menit lebih cepat dan selesaikan pekerjaan Anda saat itu meskipun itu berarti Anda harus pulang lebih telat.
  • Berikan Perhatian Anda
    Berikan solusi ataupun ide-ide baru untuk lebih memajukan perusahaan dapat Anda lakukan untuk menunjukkan perhatian Anda pada kemajuan perusahaan. Jangan ragu-ragu untuk memberikan masukan pada atasan Anda atas masalah yang sedang dihadapi perusahaan.
  • Promosikan diri Anda sendiri
    Maksudnya adalah beri tahu keberhasilan yang telah Anda capai saat ini. Jika Anda mempunyai ide baru, sebaiknya langsung katakan pada atasan Anda daripada kepada kolega Anda, karena bisa saja, ide tersebut “dicuri” oleh kolega Anda. Pastikan Anda selalu mengatakan keberhasilan apa saja yang Anda capai. Sehingga atasan Anda pun tahu performa kerja Anda.
  • Hitung keberhasilan yang Anda peroleh
    Anda bisa membandingkan persentase keberhasilan yang Anda capai di tahun lalu dengan tahun sekarang ini. Misalnya Anda menghitung tahun kemarin Anda berhasil menaikkan produktivitas perusahaan sebanyak 15% dan bandingkan dengan keberhasilan tahun ini.
  • Jaga penampilan Anda
    Hal yang satu ini ternyata cukup menjadi salah satu yang perlu Anda perhatikan saat Anda bekerja. Usahakan agar Anda selalu tampak enak dilihat, dan kerapihan juga terjaga. Atasan Anda dan juga perusahaan pasti akan mengharapkan penampilan Anda terjaga kualitasnya sebagaimana performa Anda. Tak perlu berlebihan. Berdandanlah secukupnya. Selaraskan penampilan Anda sesuai dengan posisi Anda.
  • Tanyakan bagaimana caranya Anda mendapatkan kenaikan
    Ini juga penting untuk ditanyakan pada atasan Anda. Misalnya bagaimana jalan karir Anda, tingkatan posisi yang harus Anda lewati, jadi Anda pun dapat menyesuaikan target kerja Anda sesuai dengan jalan karir yang harus tempuh.
  • Bergaulah dengan orang yang sesuai
    Untuk bergaul di kantor pun perlu Anda perhatikan. Dengan siapa Anda akan berbagi ide dan juga cerita seputar kantor, perlu Anda perhatikan. Jangan sampai Anda bergaul dengan si tukang gosip, bisa-bisa Anda yang digosipkan, bukan? Ada baiknya sekali-sekali Anda juga bergaul dengan atasan Anda, bukan untuk “menjilat” atau mencari perhatian si Bos, tetapi ada baiknya juga dia tahu “isi kepala” Anda yang sebenarnya
  • Berikan bantuan pada atasan
    Bantuan bisa berupa apa saja, dari yang sederhana atau simple things bisa Anda lakukan untuk memberikan pengetahuan pada atasan Anda akan kemampuan Anda. Bisa saja anda membantu membuat report atau bisa juga membicarakan masalah kantor di saat santai. Berbagai ide secara sambil lalu juga bisa Anda kemukakan saat makan siang bersama daripada Anda sibuk menanyakan soal kenaikan gaji. Meskipun membicarakan hal tersebut juga perlu Anda bicarakan, tetapi semakin sering Anda kemukakan hal tersebut semakin “hilang” pula kesempatan tersebut Anda dapatkan.

Demikianlah beberapa tips mudah yang bisa Anda ikuti untuk memudahkan Anda mendapatkan atau melancarkan jalan karir Anda. Yang terpenting adalah berikan kesempatan bagi Anda sendiri dan atasan untuk mengetahui kualitas Anda dan pentingnya posisi Anda bagi perusahaan. Karena itu, tetap bersemangat, dan selamat bekerja!


5 Cara untuk Memaksimalkan Potensi Anda

Juli 22, 2008

Kenalkah Anda pada Ted Turner? Orang paling utama yang ada di belakang kesuksesan Turner Broadcasting System (TBS). Bila kita bicara mengenai bagaimana memaksimalkan potensi yang Anda miliki, barangkali kisah hidup Turner bisa dijadikan contoh bagaimana Anda mengelola potensi dan bakat Anda. Oh bukan mengelola, memaksimalkannya.

Pendeknya, apa yang hendak disampaikan melalui kisah hidup Turner, yang dapat dengan mudah Anda melalui internet, Anda harus menemukan kembali bakat dan ketertarikan Anda yang selama ini tersembunyi, apakah hal tersebut sangat tampak di permukaan, atau bersembunyi di tempat terdalam dalam kesadaran Anda. Dengan mengikuti 5 langkah yang cenderung mudah ini, Anda dapat meraih kesuksesan yang barangkali selama ini hanya ada dalam mimpi Anda.

1. Analisa kekuatan dan kelemahan Anda
Cara terbaik untuk memulai adalah dengan membedakan kemampuan yang datang secara natural, dengan kemampuan yang harus Anda usahakan. Membuat daftar kekuatan dan kelemahan biasanya akan menjadi hal yang
efektif.

Tanyakanlah beberapa hal berikut ini pada diri Anda sendiri: apakah pikiran untuk berangkat kerja membut Anda bergidik di pagi hari? Apakah Anda siap mengerjakan semua tugas yang sudah menjadi kewajiban Anda? Apakah Anda melakukan apa yang sedang Anda lakukan ini dengan alasan yagn bagus? Apakah ada hal lain yang ingin Anda capai dalam hidup Anda?

Bila Anda selalu tertarik dengan pasar real-estate tapi tidak pernah mewujudkannya, lalu apa yang Anda tunggu? Memilih jejak karir yang tepat berarti mengejar sesuatu yang dapat Anda lakukan dengan sebaik-baiknya, bukan sesuatu yang Anda PIKIR sebaiknya Anda lakukan.

2. Ambil Inisiatif
Sekarang Anda sudah bisa merasakan apa yang seharusnya Anda lakukan. Sudah waktunya untuk mengambil langkah pertama yagn paling penting. Tulis rencana yang ingin Anda wujudkan menjadi aksi, membuat catatan mengenai bagaimana Anda akan mencapai tujuan tersebut. Berikan jangka waktu yang ketat namun masuk akal untuk Anda sendiri, dan working on it.

Jangan takut untuk memulai sesuatu atau memulai karir baru, lokasi dan/ atau mengambil jalan pintas. Seperti pernah dinyanyikan orang, “Life’s a journey, not a destination“.

3- Jangan pantang menyerah
Sangat mudah untuk orang yang sudah mapan untuk menyerah di tengah jalan dan kembali pada situasi semula, karena memulai sesuatu yang baru tampaknya cukup beresiko, terutama bila Anda telah berkeluarga. Hal ini memang bukan merupakan perjalanan yang mulus-mulus saja, tentu saja batu sandungan dan kekecewaan akan menyertai langkah Anda.

Tapi untuk menyerah sama saja dengan mencabut hak Anda dari sebuah keseuksesan yang lebih besar, tidak melulu bicara tentang finansial di sini, melainkan masalah kepuasan diri. Inilah kenapa Anda seharusnya tetap fokus dan keep the ball rolling; memberikan segala sesuatu kurang dari 100% tak lain dari buang-buang waktu. Ingatkan diri Anda bahwa selalu terdapat cahaya di akhir terowongan.

4. Gunakan sumber-sumber yang tersedia
Bicaralah dengan orang-orang yang telah sukses di bidang yang sedang Anda kejad dan mintalah masukan mereka. Buat catatan mengenai kontak-kontak terdahulu dan kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang berpengaruh. Bila bidang yang Anda minati adalah hukum, misalnya, akuntan Anda mungkin tahu sejumlah pengacara handal yang dapat membantu Anda mewujudkan impian Anda.

5. Miliki orang-orang yang suportif di sekitar Anda
Cobalah untuk membangun jaringan yang terdiri dari orang-orang yang dapat memandu Anda dan menyediakan dukungan bila diperlukan, baik secara moral maupun secara finansial. Contohnya yah atasan atau mentor lama Anda, orangtua Anda, teman-teman dan sanak keluarga Anda. Pertahankan orang-orang sepert ini untuk memudahkan perjuangan Anda.