12 Tips Jitu dalam “Job Interview Follow-Up”

Jadi Anda sudah memahami bahwa langkah follow-up setelah job interview merupakan langkah yang cukup signifikan untuk menentukan kesempatan Anda berkarier di perusahaan incaran Anda. Ingatlah bahwa pencarian kerja Anda belum usah pada waktu job interview berakhir. Duduk berpangku tangan dan menunggu perusahaan tersebut menghubungi Anda tampaknya agak membuang-buang waktu. Di bawah ini kami sajikan tips ringan seputar follow-up setelah wawancara kerja usai, yang seharusnya boleh Anda lakukan, dan yang tidak seharusnya Anda lakukan.

1. Di setiap akhir wawancara, tanyakan pada pewawancara, kapan mereka dapat memutuskan tentang siapa yang akan diterima untuk mengisi lowongan tersebut.

2. Sebaiknya Anda proaktif dan menjadikan langkah follow-up sebagai bagian strategis dari proses pencarian kerja Anda. Follow-up dapat memberikan Anda kesempatan lebih luas untuk berhasil mendapatkan lowongan tersebut, dibandingkan kandidat lainnya.

3. Gunakan teknik-teknik follow-up yang ideal untuk menunjukkan antusiasme Anda terhadap posisi tersebut, tapi ingat! Langkah follow-up yang Anda lakukan jangan sampai terjerembab menjadi tingkah laku orang yang sudah putus asa dalam mencari pekerjaan.

4. Usahakan untuk mendapatkan nama yang benar, beserta jabatan dan gelar, dari tiap orang yang telah menginterview Anda. Idealnya, usahakan untuk mendapatkan kartu nama bisnis mereka. Selain untuk melakukan langkah follow-up, kartu-kartu nama ini penting artinya untuk meluaskan cakupran networking Anda.

5. Tulislah “thank-you note” yang bersifat individual kepada masing-masing orang yang mewawancarai Anda–dalam kurun waktu 2 hari setelah wawancara berakhir. Setiap note memang bermaksud sama, tapi sebaiknya Anda tidak meng-copy-pastenya begitu saja. Usahakan untuk membuat note yang satu berbeda dengan note lainnya, kalau-kalau si penerima membandingkannya di kemudian hari. Walaupun Anda tidak yakin kalau Anda akan diterima, jangan ragu untuk mengirimkan “thank-you note”. Sebaiknya “thank-you note” dikirim melalui e-mail atau fax.

6. Dalam “thank-you note” Anda, tunjukkan apresiasi Anda pada lowongan yang ditawarkan, dan jangan lupa untuk mengingatkan pewawancara Anda tentang alasan kenapa Anda merupakan orang yang tepat untuk mengisi posisi tersebut.

7. Jangan biarkan kesalahan ketik “menodai” “thank-you note” Anda.

8. Jangan langsung berhenti melakukan proses pencarian kerja Anda, bahkan bila Anda merasa cukup percaya diri bahwa Anda akan diterima bekerja di perusahaan tersebut. Tetap teruskan proses job interviewing di tempat lain untuk mencari kesempatan yang lebih baik.

9. Setelah mengirim “thank-you note”, lakukan follow-up via telepon kepada pewawancara utama Anda selama kurun waktu seminggu atau 10 hari setelah wawancara kerja. Tujuannya adalah bertanya mengenai seberapa besar kesempatan yang Anda punya untuk diterima di perusahaan tersebut. Lagi-lagi jangan lupa untuk selalu mencerahkan memori pewawancara Anda mengenai poin-poin positif Anda, tentunya tidak dengan cara yang mencolok.

10. Bersabarlah. Biasanya, proses penerimaan karyawan baru akan memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan para pewawancara Anda, apalagi pada perusahaan yang bisa dibilang berskala internasional.

11. Teruslah melakukan follow-up, terutama bila perusahaan mempersilakan Anda untuk melakukan follow-up. Tapi jangan sampai proses follow-up Anda berubah menjadi gangguan yang mengesalkan pewawancara Anda.

12. Jangan terlalu memprioritaskan salah satu lowongan kerja atau salah satu interview. Selalu akan ada kesempatan lain, yang bisa saja lebih baik bagi Anda di tempat lain.